Konser Dwiki Darmawan Memang Luar Biasa

Tomi Tresnady - Okezone
Kamis, 30 September 2010 12:51 wib
Dwiki Darmawan (Foto: Tomi Tresnady/okezone)
Dwiki Darmawan (Foto: Tomi Tresnady/okezone)

JAKARTA- Konser Dwiki Darmawan yang digelar di Jakarta semalam bercerita soal Indonesia, hanya satu kata yang mewakili, ruaar biasa.

Konser Dwiki yang bertajuk Sketches of Indonesia yang digelar Rabu (29/9/2010) malam, di Gedung Pusat Perfilman PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, menggambarkan Indonesia yang kaya dengan budaya dan alamnya khususnya di kawasan timur Indonesia.

Inspirasi itu dituangkan Dwiki dalam sebuah alunan musik jazz maka terciptalah nomor-nomor lagu yang turut diperkenalkan pada penonton di antaranya Lamalera's Dream, Sea Turtle's, dan Moon over Timor.

Dwiki juga mengubah beberapa folks-songs seperti Rambadia (Batak), Kakorkalong (Flores), Lir-ilir (Jawa), Tokecang (Jawa Barat), Kotabaru (Kalimantan Selatan).

Dibilang luar biasa, konser kali ini bukan hanya tentang ke-Indonesiaan yang dibawakan namun suami dari penyanyi Ita Purnama Sari ini turut menggandeng musisi manca negara di antaranya Andy Suzuki (saxophone, klarinet, dan flute), Guy Strazz (gitar klasik) asal Australia, Hugh Fraser (bass akustik) serta Philippe Ciminato (perkusi).

Untuk musisi lokal Dwiki mempercayakan pada Ivan Nestorman (vokal) asal Flores, Dira J. Sugandi (vokal) dan Gerry Herb (drum).

Sungguh pertautan yang luar biasa ketika terjadi penyatuan antara personil yang dibentuk oleh Dwiki. Konser diawali dengan lagu Kotabaru asal Kalimantan Selatan, diramu dengan alunan musik jazz ditambah slide foto-foto suku Dayak di background panggung cukup membuat penonton seperti terseret ke alam Kalimantan.

Lagu berikutnya Angin Mamiri asal Sulawesi Selatan di nyanyikan oleh Dira J. Sugandi, suara seksi nan jazzy Dira yang disuport oleh akustikan dengan tempo pelan disaat pertengahan sampai akhir dibuat tempo cepat, Dwiki berhasil memainkan emosi penonton dengan musiknya, tak salah penonton sering memberikan applaus pada Dwiki dan kawan-kawan.

Yang menjadi bintang saat konser semalam selain Dwiki adalah Philipe Ciminato, seorang pemain perkusi yang handal. Philipe mampu menjadi entertainer, dia bisa  memainkan perkusi dibarengi dengan keterampilannya mengeluarkan ekpresi komedian, penontonpun sampai berdecak kagum dibuatnya.

Dengan  piano klasik Steinway & Sons yang dibesuk oleh Dwiki, menjelang pada lagu terakhir yang berbau religi berjudul Dzikir (Tak Habis-habisnya), Dwiki lebih dulu memainkan lagu Arafura, sesuai judulnya Dwiki memainkan piano begitu emosional seperti ombak laut arafura yang memang liar menerjang dan menghantam karang, lalu tenang kembali setelahnya sambil disambut angin laut yang menyegarkan.

Dwiki rupanya juga memiliki agenda lain dalam pagelaran konsernya semalam. Banyaknya nomor-nomor lagu asal Flores apalagi turut mengundang penyanyi asal Flores Ivan Nestorman.

"Tentu saja saya ingin mengampanyekan Vote For Komodo, untuk Seven Wonder World. Jangan lupa disampaikan pada yang lain," tuturnya usai konser pada okezone.

(uky)false
mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry
BACA JUGA ยป