Sm*sh (Foto: Tomi Tresnady/okezone)
JAKARTA- Kemunculan boyband Sm*sh di bulan Oktober 2010 walau sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, kata Denny, mereka menuai kesuksesan karena mengadaptasi boyband asal Korea Selatan.
“Sekarang boyband di Indonesia pengaruhnya bukan ke Amerika lagi tapi Korea. Soal fashion mereka bagus, apalagi tampang Korea itu sangat digemari oleh perempuan di Indonesia,” kata Denny saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Denny selama ini juga mengamati pengaruh Korea di Indonesia melalui sinetron-sinetron asal negeri ginseng itu yang hampir setiap hari menghiasi layar kaca. Sehingga menurutnya, wajar hingga akhirnya masyarakat di sini merindukan sosok-sosok wajah oriental, dengan gaya dandanan yang menarik.
“Pemilihan nama Smash kan berbau sana (Korea) juga, itu sebuah strategi pasar yang baik. Manajemen boyband Smash itu juga bagus karena bisa nempel ke acara-acara di televisi. Jadi wajar Smash bisa laku di sini,” lanjutnya.
(uky)