MAMUJU - Sekira 2.500 pelanggan PDAM di Kecamatan Simboro Mamuju, mengeluh tidak mendapat pasokan air ke rumah mereka. Kondisi ini terjadi selama dua hari terakhir belakangan.
Warga menyayangkan sikap PDAM Tirta Manakarra Mamuju yang menghentikan pasokan air, hanya karena ada penyambungan baru di rumah jabatan Gubernur, Ketua DPRD, dan kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di kawasan Rangas.
"Apalagi sekarang hari Senin, hari pertama masuk kantor karena ada penyambungan baru, warga dirugikan. Padahal biasanya, penyambungan itu tidak lantas menutup kran air ke rumah kami. Mestinya ada pemberitahuan dari PDAM sebelumnya soal ini," kata salah seorang warga Simboro, Baddu, Senin (2/1/2012).
Sekadar diketahui, PDAM melakukan sambungan baru tepat di perempatan jalan Karema, tepatnya di ujung jalan memasuki kawasan Simboro. Saluran itu dihubungkan dengan pipa untuk fasilitas umum.
Direktur Utama PDAM Tirta Manakarra Mamuju, Muhammad Nur coba, meminta maaf atas kondisi ini. Menurutnya, penyambungan itu dilakukan dipangkal pipa, agar mudah dikontrol.
"Kami minta maaf soal ini. Yang pasti, petugas lapangan kami bekerja keras dan saat ini sedang tahap akhir. Ke depan, warga Simboro tidak akan kesulitan lagi," ujarnya saat dihubungi terpisah.
Air untuk kawasan Simboro ini bersumber dari instalasi di Pati'di. Muhammad Nur menjamin, debet air sangat cukup meski di musim kemarau. (tri)
Minggu, 19 Mei 2013 11:26 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 19:33 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 18:14 WIB