SURABAYA - Setelah disemayamkan selama empat hari di tempat persemayaman Adi Jasa, Jalan Demak, Surabaya, jenazah maestro jazz Bubi Chen diberangkatkan ke tempat kremasi Eka Praya, Jalan Kembang Kuning Surabaya, Rabu (22/2) pukul 10.00 WIB.
Peti mati Bubi Chen berdesain menyerupai piano berwarna putih dinaikkan ke ambulans, dan dikawal polisi serta iringan mobil pengantar menuju ke tempat kremasi. Sebelum dikremasi, turut digelar upacara pemberkatan doa yang dipimpin seorang pendeta.
Selain dihadiri keluarga, tampak hadir dalam acara tersebut penggemar dan siswa almarhum.
Salah satu penggemar musik jazz yang turut hadir, Erif Afandi mengatakan, Bubi Chen adalah seorang maestro jazz yang membuatnya terkesan.
“Semangat serta komitmennya terhadap musik jazz luar biasa, bahkan hingga kakinya di amputasi Bubi masih eksis bermain musik jazz,” kata Erif. Bubi juga di kenal akrab dan cepat berinteraksi dengan para generasi muda yang suka terhadap aliran musik jazz.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bubi Chen wafat di usia 74 tahun di Rumah Sakit Telogorejo, Semarang, pada Kamis 16 Februari 2012. Bubi menghembuskan napas terakhirnya sekira pukul 19.05 WIB. Bubi mengalami sakit diabetes melitus hingga kedua kakinya harus diamputasi, selain itu dia juga terkena gagal jantung.
Minggu, 19 Mei 2013 07:07 WIB
Minggu, 19 Mei 2013 02:07 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 19:33 WIB