Waljinah di peresmian Monumen Tirta Gesang (Foto: Ist.)
JAKARTA - Ingat penggalan lagu Bengawan Solo karya Gesang berbunyi ‘air mengalir sampai jaauuhh..’ yang akhirnya dijadikan backsound salah satu merek pipa terkenal, Wavin?
Gesang yang memberikan sauna kehangatan dengan musik-musik keroncong penuh luapan sejarah masa kemerdekaan pada masyarakat Indonesia, kini juga dijadikan sumber kehidupan. Ya, sumber kehidupan itu adalah air yang mana mengalir dari Monumen Tirta Gesang yang berdiri di tempat pemakaman umum (TPU) Pracimaloyo, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.
Peresmiannya dihadiri oleh seniman keroncong Waljinah dan kawan-kawan, serta pemerintah daerah setempat. Karya-karya sang maestro melantun merdu mengiringi peresmian monumen di area pemakaman tersebut.Antara lain Caping Gunung, Tirtonadi, dan Bengawan Solo. Tak lupa para musisi keroncong dan ahli waris berziarah ke pusara sang maestro yang wafat pada 20 Mei 2010 di usia ke-92 tahun, itu.
“Gesang bagi saya adalah seorang bapak. Gesanglah yang membuka jalan karier saya ketika masih di usia 12 tahun. Sepeninggal Gesang, saya sangat merasa kehilangan,” kata Waljinah seusai acara peresmian. Seperti dalam rilisnya, Kamis (23/2/2012).
Petrus susanto selaku perwakilan PT Wavin Duta Jaya yang membantu membangun fasilitas mengungkapkan,”Air bersih disediakan gratis bagi warga di sekitar monumen. Diharapkan pesan moral dari syair-syair Gesang selalu langgengsebagai warisan berharga.”
(tre)