Tanpa Label, Powerslaves Tetap Berani Bikin Album

Elang Riki Yanuar - Okezone
Kamis, 5 April 2012 19:17 wib
Powerslaves (Foto: Elang Riki Yanuar/Okezone)
Powerslaves (Foto: Elang Riki Yanuar/Okezone)

JAKARTA- Band rock senior Indonesia, Powerslaves siap merilis album ketujuh mereka yang berjudul Merah Putih. Album ini seolah pembuktian bagi Powerslaves masih mampu bertahan di industri musik Indonesia.

Sebelumnya, Powerslaves sudah merilis mini album Jangan Kau Mati pada bulan Desember 2010 dan beberapa single seperti "Indonesia", "Slavers Indonesia", dan "Empat Pilar Kebangsaan" pada 2011. Di album Merah Putih ini akan berisikan 12 lagu dengan 11 lagu baru dan 1 lagu lama diaransemen ulang lagu "Masa Bahagia" yang diambil dari album Metal Kecil pada 1994.

"Saya hanya bisa menjawab album ini adalah hati saya, merah putih adalah ideologi saya. Adakah obat yang lebih baik  dari merasa senasib dan sepenanggungan di dalam merah putih," kata sang vokalis, Heydi dalam press release yang diterima okezone, Kamis (5/4/2012).

Album ini juga menjadi pembuktian idealisme bermusiknya karena sudah tidak bergabung dengan label manapun alias indie di bawah management Kereta Rock n Roll. Mereka yakin, para Slavers (julukan fans Powerslaves) tetap setia menanti album mereka. Apalagi, terakhir kali Powerslaves merilis full album di tahun 2004 silam.

Judul album Merah Putih sengaja diambil dari beberapa lagu yang memang bertemakan nasionalisme seperti "Indonesia", "Empat Pilar Kebangsaan", "Slavers Indonesia", "I Love You Merah Putih".

Selain unsur rock yang kencang, band yang terdiri dari Anwar Fatahillah (bass), Acho Jibrani (gitar), Wiwiek Soedarno (keyboard) dan Heydi Ibrahim (vokal) ini juga memasukkan lagu slow rock seperti "Ku Tunggu", "Song For The Lover" dan "si Cantik dan Blues". Di album ini Powerslaves kembali mengajak mantan drumer mereka, Agung Yudha dan Rere, dua drummer papan atas di Indonesia.

(rik)false
mobile Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di m.okezone.com & bb.okezone.com untuk BlackBerry