JAKARTA - Sutradara, penulis, dan produser Richard Buntario membidani terbentuknya grup vokal Sunshine beranggotakan lima orang yakni, Veri, Pasha, Anjar, Devie, dan Cinta.
Richard menuturkan, konsep Sunshine berbeda dengan grup musik umumnya, mereka selain dituntut untuk menyanyi, harus bisa berakting dan menghibur dengan permainan.
Gejala awal munculnya Sunshine, kata Richard, industri musik Indonesia sudah sesak dengan grup boyband dan girlband yang tidak cocok untuk kalangan anak kecil.
“Saya punya anak, entah belajar dari mana yang pasti karena sering mendengar lagunya, dia selalu menyanyikan lagu 'playboy playboy playboy' (lagu dari 7 Icons) itukan sudah tidak benar. Mereka dipaksa untuk mendengarkan lagu-lagu dengan lirik yang tidak edukatif,” tuturnya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Saat ditanya alasan memilih personel yang sudah dewasa, bukan anak-anak, sutradara film komedi Cinta 24 Karat, itu, punya alasan yang jelas.
“Jadi kita butuh sekelompok anak-anak dewasa yang bisa memberi arahan kepada anak-anak, kalau anak-anak kecil personelnya, mereka gak akan bisa memberikan pelajaran-pelajaran kepada anak-anak kecil. Tapi kalau orang dewasa sudah mengatur apa yang harus disampaikan untuk mengedukasi,” terangnya.
Sutradara bertubuh subur ini mencontoh pada grup vokal asal Australia yang sukses menjadi panutan anak-anak kecil di sana.
“Di Australia ada yang namanya High 5 dan mereka disana sudah menjadi Ikon grup dan sudah punya massa sekitar 500 ribu anak-anak, dan mereka menjadi panutan ratusan ribu anank-anak. Kalau disana bisa kenapa di Indonesia nggak? Dari data yang kita dapat sekitar 2-3 juta balita yang belum punya ikon atau jagoan di luar super hero yang jago beranten-beranteman,” terangnya lagi.
Minggu, 19 Mei 2013 07:07 WIB
Minggu, 19 Mei 2013 02:07 WIB
Sabtu, 18 Mei 2013 19:33 WIB