JOMBANG - Musyawarah cabang (Muscab) Partai Demokrat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur Kamis (26/4/2012) petang berlangsung ricuh. Hal itu terjadi karena sejumlah kader di halang-halangi masuk ke ruang tempat diselenggarakannya Muscab. Aksi saling dorong antara para kader dengan panitia pun tak bisa dihindarkan.
Dengan penuh emosi panitia terus mendorong keluar kader maupun wartawan yang memaksa masuk ke dalam ruangan. Namun karena kalah jumlah, para kader tersebut akhirnya menyerah dan harus puas melihat jalannya Muscab dari luar kaca tanpa bisa mendengar apa yang di bicarakan di dalamnya.
Para kader partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini marah karena tidak di perbolehkan masuk untuk mendengar dan mengikuti jalannya Muscab. Selain itu mereka memprotes pelaksanaan Muscab karena di nilai tidak adil. Pasalnya tidak memberi kesempatan pada Wily Harianto calon yang mereka usung untuk ikut maju dalam bursa calon Ketua Partai Demokrat Cabang Kabupaten Jombang periode 2012-2017.
Padahal sejak awal Willy sudah mendeklarasikan diri dan meminta izin untuk melaksanakan umroh sebelum Muscab dimulai. Namun saat willy sedang menjalankan umroh tiba-tiba Muscab dilaksanakan sehingga dalam Muscab ini hanya ada satu calon ketua yang bisa mengikuti pemilihan yakni Gangsar Raharjo.
Para kader demokrat ini mendesak Muscab di tunda agar calon ketua yang lain bisa mengikuti pemilihan. Saat di konfirmasi mengenai hal itu, salah seorang panitia Muscab, Sudino, membantah tudingan yang menyebut mereka tidak netral.
Terkait larangan kader masuk dan mengikuti jalannya Muscab, panitia berdalih hal tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang ada termasuk wartawan juga tidak di perkenankan masuk ke ruang sidang.
Minggu, 19 Mei 2013 16:34 WIB
Minggu, 19 Mei 2013 11:26 WIB
Minggu, 19 Mei 2013 07:07 WIB