DENPASAR - Kematian Ni Luh Endang Susiyani (31) di South Carolina, Amerika Serikat, juga membuka fakta bahwa tenaga kerja asal Kabupaten Buleleng, Bali, itu diduga diberangkatkan oleh agen tenaga kerja ilegal.
Kepala Badan Nasional Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP3TKI) Provinsi Bali, Wayan Pageh, mengatakan sampai saat ini keberadaan agen penyalur yang memberangkatkan korban ke AS belum terlacak.
"Kami sudah melacak seluruh perusahan pengerah jasa tenaga kerja di Bali. Ada sekira 39 perusahan, namun satu pun nama korban tidak tertera di sana," beber Pageh di Denpasar, Senin (30/4/2012).
Demikan juga dengan kekasih korban, Wayan Arnawi, namanya tidak ditemukan terdaftar di perusahan pengerah tenaga kerja. Tidak hanya di Bali, pelacakan juga dilakukan di 19 BNP3TKI tersebar di 19 provinsi di Indonesia. Pencarian secara otomatis pun dilakukan. Namun nama keduanya tetap tidak terlacak.
"Kalau namanya terdaftar, pelacakan akan sangat mudah sebab sistemnya online di seluruh BNP3TKI di Indonesia," paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Bali, I Wayan Wirata, memastikan perusahan atau agen yang memberangkatkan Endang Susiyani ilegal.
"Kami bisa memastikan perusahan tersebut ilegal karena berdasar hasil pelacakan nama korban belum ditemukan," ungkapnya saat dihubungi terpisah.
Kendati begitu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BNP3TKI Bali dan berupaya melakukan pelacakan perusahaan tersebut guna dimintai keterangann.
Sebelumnya, ayah korban, Putu Artana, mengungkapkan anaknya telah ditelantarkan oleh perusahan agen pengerah tenaga kerja asal Yogyakarta saat tiba di Amerika. Beruntung, berkat kegigihan perempuan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana itu bisa bertahan hidup AS sejak 2009 hingga sekarang. Sebelum meninggal, Endang bekerja di sebuah restoran China di South Carolina.
Rabu, 19 Juni 2013 17:49 WIB
Kamis, 20 Juni 2013 06:07 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 19:30 WIB