JAKARTA - Pascapembatalan konser Avenged Sevenfold yang berlangsung di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta 1 Mei 2012, promotor Showmaxx Entertainment dan Entertainment Ranger membenarkan telah diperiksa oleh Polres Jakarta Utara. Namun mereka membantah dijadikan tersangka penipuan terhadap konsumen.
Erie Posse selaku promotor Showmaxx Entertainment mengatakan, bahwa pihaknya pada Selasa 30 Mei lalu memang dipanggil oleh pihak kepolisian Jakarta Pusat terkait pembatalan konser tersebut. Namun menurutnya, pemanggilan itu hal yang wajar, bukan karena kasus penipuan.
"Kita memang dipanggil saat itu juga. Saat itu juga udah disampaikan oleh pihak kepolisian tentang pasal itu, tapi polisi juga harus mengalami proses klarifikasi. Kita diperiksa selama empat jam," jelas Erie dalam jumpa pers di Eclectic Cafe, Jakarta, Kamis 3 Mei 2012.
Erie menjelaskan, pihaknya tidak pernah menipu siapa pun. Karena pada dasarnya Avenged Sevenfold sudah tiba di Jakarta dan menggelar jumpa pers dengan wartawan. Keputusan pembatalan pun baru dilakukan A7X sekira tiga jam sebelum konser.
"Tidak ada penetapan sebagai tersangka, buktinya kita ada di sini. Kalau masalah pidana, kita tidak menipu, kita sudah press conference. Semuanya sudah ada lengkap, artis sudah datang, panggung sudah dibangun. Kalau dibatalkan memang bukan dari kita, kondisinya memang seperti itu. Jadi kita tidak menipu. Makanya kita bikin klarifikasi di sini," tandasnya.
Kamis, 23 Mei 2013 02:07 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 22:34 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 21:30 WIB