JAKARTA - Sejumlah aktivis Forum Umat Islam (FUI) melakukan sweeping terhadap anggota Komisi III DPR, Ruhut Sitompul, usai rapat dengar pendapat antara ormas FUI dengan Komisi III dihentikan.
Rapat dihentikan karena adanya adu mulut antara Ruhut dengan Sekjen FUI, Al Khattah, yang protes karena Ruhut mengatakan, "Pemerintah yang sah harus kita dukung dan jangan coba-coba bertindak anarkis. Kita mendukung semua keputusan polisi dan apapun keputusan pemerintah harus dihormati jangan anarkis. Ormas pun kalau anarkis dibubarkan."
Pimpinan Rapat dari Fraksi PKS, Natsir Djamil, menghentikan rapat karena situasi memanas. Kemudian, dua orang aktivis FUI, di antaranya Alfian, Ketua Majelis Interlektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), langsung menghampiri Ruhut dan dengan nada keras menanyakan pernyataan Ruhut.
"Maksud Anda apa mengatakan itu," teriaknya. "Ini rumah saya, saya berhak mengatakan apapun," balas Ruhut sambil berdiri dari tempat duduknya.
Pengamanan dalam DPR pun langsung bergerak mengamankan Ruhut ke ruang sekretariat DPR, di belakang tempat duduk pimpinan Komisi III DPR. Puluhan aktivis langsung keluar ruang rapat dan mencari keberadaan Ruhut.
"Mana itu provokator. Dia itu yang bikin kita jadi anarkhis," teriak salah satu aktivis.
Mereka sempat mengitari ruang rapat Komisi III selama 10 menit. Kemudian, Sekjen FUI Al Khattat meminta semua anggotanya meninggalkan Komisi III.
"Seluruh anggota Komisi III bagus kecuali si Poltak (Ruhut)," kata Al Khathath. Mereka pun turun ke bawah menjauhi ruang rapat komisi III.
Selang 30 menit kemudian, Ruhut Sitompul keluar dari ruang sekretariat Komisi III sambil tersenyum tanpa khawatir sedikit pun dan langsung memanggil wartawan.
"Sini-sini, saya mau ngomong," tandas Ruhut, sambil tersenyum. (uky)
Minggu, 19 Mei 2013 07:07 WIB
Minggu, 19 Mei 2013 11:26 WIB
Minggu, 19 Mei 2013 16:34 WIB