JAKARTA - Grup vokal D'Rayu mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat tidak pernah mendapat bayaran dari manajemen Barometer Lite Production House, yang dipimpin Raffi Ahmad dan Rita Priatna.
Grup yang digawangi Kiki Kanoe, Arum Rangga, dan Yopi Beda itu coba menghitung-hitung kembali kerugian yang dideritanya.
"Rp200-300 juta kita rugi. Rp20 atau Rp30 juta sekali show, dalaPrm 13 kali show dalam lima sampai enam bulan. Sering terjadi miss kordinasi. Kita sering kerja sendiri (penjualan tiket, dan lain-lain). Bukan sekali atau dua kali, lama-lama gerah juga," kata Yopi dalam jumpa pers di kantor Trisaka Law Firm International, di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2012).
Lebih lanjut Yopi menjelaskan, wajar jika grupnya meminta hak, karena jauh sebelumnya ada perjanjian hitam di atas putih dengan production house milik kekasih Yuni Shara itu.
"Ada sih perjanjian, kita berbicara sebagai pekerja. Sebuah kordinasi tidak terjadi antara pekerja dan produser. Dan nyangkut di pihak ketiga," jelas Yopi.
Dengan adanya masalah ini, semua acara jadi tertunda. Yopi cs hanya ingin melakukan jalan damai dengan mendapatkan hak mereka. Jika tuntutan mereka tidak didengarkan, maka D'Rayu melalui kuasa hukumnya akan segera melaporkan Raffi dan Rita kepada pihak berwajib.
"Persiapan jadi tertunda. Kita maunya damai dan dapat hak kita. Bingung sama kontrak ke depannya. Upaya hukum, mensomasi mereka termasuk melaporkan kepada kepolisian," tandasnya.
Selasa, 21 Mei 2013 10:04 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 09:41 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 06:07 WIB