PPP: Caleg Perempuan Juga Harus Paham Isu

Rabu, 24 April 2013 17:38 wib | Tegar Arief Fadly - Okezone

PPP: Caleg Perempuan Juga Harus Paham Isu Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berhasil melampaui 30 persen batas keterwakilan perempuan dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

PPP mencantumkan 37 persen perempuan yang 22 caleg perempuan diantaranya berada pada nomor urut 1.

"Keterwakilan perempuan di PPP sejauh ini cukup baik," kata Ketua Umum Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Wardatul Asriah (Indah) Suryadharma Ali di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Dia juga berharap agar para calon legislator perempuan benar-benar bekerja secara maksimal, bukan hanya sebagai pelengkap atau asesoris untuk memenuhi peraturan batas keterwakilan 30 persen. "Sistem suara terbanyak menyebabkan peluang caleg sama, jadi caleg perempuan tidak perlu minder untuk bertarung di politik," tegas anggota Komisi VI DPR ini.

Senada dengan Wardatul, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PPP, Fernita Darwis menuturkan bahwa keterwakilan perempuan di PPP saat ini jauh lebih baik dibanding masa sebelumnya meskipun aktivis perempuan tidak mudah tertarik ke politik sehingga sempat menjadi halangan bagi parpol untuk merekrut caleg perempuan.

"Merangkul mereka bukan perkara mudah, tapi alhamdulillah PPP bisa melampaui kuota 30 persen caleg perempuan," tuturnya.

Sementara itu, anggota Puskapol UI Ani Sutjipto lebih menekankan pembahasan pada strategi caleg perempuan dalam memenangkan pertarungan. Menurut Ani, caleg perempuan harus mampu memetakan dapil termasuk isu yang berkembang.

Selain itu, caleg perempuan juga harus mampu bekerjasama dengan caleg laki-laki untuk mendongkrak suara partai. "Artinya caleg perempuan harus memahami isu-isu lokal sebagai bahan kampanye," ujarnya. (put)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป